RSS Feed

Profil

Cakra Buana, sebuah perkumpulan seni yang bergerak dalam bidang kesenian musik Tarling, resmi berdiri pada tanggal 1 Juli 1985 berdasarkan SK Kepala Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cirebon No. 094/II.02.18/J/1985. Cakra Buana pada awal berdirinya dipimpin oleh Edi Muari hingga sekarang. Dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian tradisional khas Cirebon ini, Edi Muari dibantu oleh sejumlah anggota yang senantiasa saling bahu-membahu. Jumlah personel Cakra Buana hingga sekarang adalah 32 orang.

Selama ini, kegiatan utama Cakra Buana adalah memenuhi panggilan untuk mengadakan pementasan musik acara hajatan seperti pernikahan dan sunatan. Derah yang pernah disinggahi antara lain Jawa Barat, Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Sumatera. Selain acara hajatan, Cakra Buana juga sering mengisi acara peringatan hari-hari besar seperti HUT Kota Cilacap Tahun 1992, Peresmian Tugu Pahlawan KOta Tegal Tahun 1992, HUT Kabupaten Tegal Tahun 1993, Bazaar Pakaian dan Makanan Khas Cirebon Tahun 2007, HUT Kota Cirebon 2008, Kampanye Partai PDI Perjuangan Kota Cirebon Tahun 2009, dan masih banyak lagi.

Cakra Buana sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang peduli akan kelestarian kesenian tradisional Cirebon merasa tidak puas jika hanya sekadar memenuhi panggilan untuk pentas. Maka pada tahun 1991, Cakra Buana dengan bangga merilis perdananya yang bertajuk “Enjot-Enjotan”. disusul album kedua pada tahun 1992 dengan judul album “Gadis Cirebon”. Selang dua tahun, tahun 1994, Cakra Buana kembali merilis album yang ketiga dengan tajuk “Rengganis”. Kemudian tahun 1996, album keempat dirilis dengan judul “Tangis Tengah Wengi”. Tahun-tahun berikutnya, Cakra Buana vacuum merilis album karena kondisi perekonomian negeri yang sedang dilanda krisis moneter.

Pada awal lahirnya, Cakra Buana exist dengan seni musik tarling dan jaipong. Akan tetapi, modernisasi berpengaruh nyata pada selera musik masyarakat Indonesia, khususnya pantura. Cakra Buana dengan tanggap menyesuaikan perubahan tersebut dengan merombak seni tarling tanpa mengurangi esensi yang yang terkandung. Kini Cakra Buana mengusung Tarling Dangdut dan Organ Tunggal dalam setiap pementasannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: